Kunjungan PT. Sijiro Internasional ke Wonosobo

February 5th, 2010 | Pembangunan Wonosobo | No Comments »

sijiro1Wonosobo, 28-01-2010. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan investor nasional di Solo pada bulan November 2009, hari Kamis, 28 Januari 2010, PT.Sijiro Internasional menepati janjinya untuk berkunjung ke Kabupaten Wonosobo. Rombongan yang terdiri dari dewan direksi dan jajaran manajemen ini diterima langsung oleh Wakil Bupati, Drs. H. Muntohar, MM., di Pendopo rumah Dinas Wabup.

Wakil Bupati dalam sambutan tertulisnya mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan ini. Muntohar berharap, PT. Sijiro internasional akan dapat mewujudkan rencananya, untuk berinvestasi di bidang pertanian dan peternakan di Wonosobo. Wabup juga memaparkan potensi yang dimiliki kabupaten Wonosobo dalam berbagai bidang. antara lain, kesuburan tanah yang hampir merata di seluruh wilayah Wonosobo, iklim sejuk yang bersahabat, serta kondisi keamanan yang termasuk paling kondusif di Jawa Tengah. Potensi lain yang akan mampu memberikan keuntungan bagi investor adalah, fasilitas dari pemerintah daerah dalam hal perijinan, yaitu kemudahan dalam pemberian ijin usaha. Disamping hal-hal tersebut, Wonosobo juga telah didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk jalan aspal yang sudah merata di hampir seluruh kecamatan.

Dalam kesempatan yang sama, direktur utama PT. Sijiro international, Robert Murdoch menjelaskan, bahwa perusahaannya yang berpusat di Australia ini bergerak dalam bidang Agribisnis. Lebih lanjut, pihaknya tengah menjajaki kemungkinan untuk dapat mengembangkan budidaya sayuran organik kualitas unggul di Kabupaten Wonosobo. Beberapa di antaranya adalah Asparagus, Paprika, Caisin, dan buah-buahan seperti Melon, dan sejenis Apel. Hal ini didukung oleh kerjasama PT. Sijiro dengan tiga Universitas terkemuka, yaitu UI, IPB, dan UGM Yogyakarta. Para pakar pertanian dari ketiga PTN terkemuka tersebut saat ini terus melakukan penelitian dan pengembangan yang akan mendukung misi perusahaan, yaitu mengembangkan potensi lokal untuk dipasarkan hingga skala internasional. sebagaimana diungkapkan Dr.Ir. Purwiyatno Hariyadi, Msc, kepala South East Asiafood and Agriculture Center (SEAFAST), yang merupakan mitra kerja Sijiro, bahwa pengembangan lahan pertanian lokal ini, di samping akan mampu memenuhi kebutuhan sayuran dan buah secara nasional, juga akan memberikan dampak positif dari segi penyerapan tenaga kerja lokal.

Acara yang dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pertanian di dusun Weron Sari, kelurahan Mlipak, dan sentra pembibitan di desa Pacar Mulyo, kecamatan Leksono ini dihadiri pula oleh segenap pimpinan SKPD Kabupaten Wonosobo, antara lain Kabag Perekonomian Setda, Kepala Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo. (Humas)

Perkebunan Wisata Teh “Tambi”

February 4th, 2010 | Info wisata | No Comments »

Tempat Peristirahatan Agro Wisata Tambi

Tempat Peristirahatan Agro Wisata Tambi

Terletak 16 km arah utara kota Wonosobo atau kurang lebih 20 menit perjalanan dengan mobil, Agro Wisata Perkebunan Teh Tambi merupakan pilih an wisata yang menarik bagi pencinta alam pegunungan. Tempat wisata ini dilengkapi dengan kamar-kamar penginapan yang bagus dan komplit. Akan ada pemandu yang membawa berkeliling perkebunan teh, melihat karyawan pemetik teh sedang bekerja dan ke dalam pabrik teh melihat prosesing teh sejak dari daun sampai siap saji. Tempat-tempat wisata menarik lain nya yang berdekatan dengan PT Tambi antara lain Dataran Tinggi Dieng,
Telaga Menjer, dan tempat perkemahan Jlumprit.

Dulunya (1885) perkebunan ini merupakan milik Belanda dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV John Peet berkantor di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya setelah Konferensi Meja Bundar kembali diserahkan kepada pemilik semula. Tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV Eks PPN (Pegawai Perkebunan Negara) Sindoro Sumbing. Tahun 1954 NV Eks PPN Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan sebuah perusahaan baru bernama NV Tambi dan yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Tambi.

Perkebunan teh PT Tambi

Perkebunan teh PT Tambi

Luas areal PT Tambi meliputi 829,14 ha terdiri atas 3 unit perkebunan yaitu Unit Tambi, Unit Bedakah dan Unit Tanjungsari. Produk utama berupa teh hitam dengan tingkat produksi per tahun sebanyak 1.800 – 2.000 ton. Lokasi perkebunan terletak di lereng sebelah barat Gunung Sindoro dan Sumbing di bagian tengah Jawa Tengah. Ketinggian 800 – 2.000 meter di atas permukaan laut dengan tingkat curah hujan 2.500 – 3.500 mm per tahun.

Sumber : http://suharjawanasuria.tripod.com/agro_wisata_tambi.htm

Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)

February 3rd, 2010 | Info wisata | No Comments »

Telaga Warna, Wonsobo-JatengDieng Salah satu Tujuan Wisata Dataran Tinggi diJawa Tengah, yang sangat
unik di Dieng adalah dataran tinggi yang cuam dan terjal tetapi ditanami
oleh berbagai macam tanaman dan sayuran. Sejak dahulu kawasan dataran
tinggi dieng yang terletak di kabupaten Wonosobo ini dikenal sebagai
pusat berbagai macam tanaman dan sayuran, selain itu suasana pagi Dieng
terasa sangat sejuk dan kita tidak tahu kapan kabut turun yang membuat
suasana menjadi lebih mistis.

Eksotika Pemandangan kawasan ini sudah tidak diragukan lagi, ada banyak
objek Landscape yang dapat anda nikmati. Seperti Telaga Warna salah satu
telaga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, disini kita bisa
menikmati 3 macam telaga biru, hijau dan coklat. Walaupun masih banyak
telaga yang lain seperti telaga Merdada, Sumurup dan Pengilon.

Selain objek wisata Telaga dan pemandangan, kita bisa menikmati objek
Arsitektur Sejarah. Disini terdapat situs reruntuhan candi purbakala
hindu yang konon dibangun bersamaan dengan zaman dengan dibangunnya
Candi Borobudur, sekitar abad ke-8 Masehi, dulu merupakan pusat
penyebaran agama Hindu pertama di Jawa Tengah. Para ahli arkeolog yakin
komunitas hindu didataran tinggi dieng adalah awal lahirnya Dinasty
Syailendra yang pada jamannya membangun candi yang monumental dalam
sejarah. Selain reruntuhan candi kita juga menemukan reruntuhan sisa
� sisa kerajaan masa lampau. Yang unik, candi-candi disekitar dieng
ini dinamai tokoh-tokoh pewayangan Pandawa Lima. Ada empat kelompok
candi yakni kelompok Candi Dwarawati dan Parikesit, kelompok Candi
Dwarawati Timur, kelompok Candi Setyaki, Ontorejo, Petruk, Nala Gareng,
dan Nakula-Sadewa, serta kelompok Candi Arjuna, Semar, Sembodro,
Puntadewa, dan Srikandi.Kelompok bangunan candi dieng ini terletak pada
ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan ditemukan pada sekitar
tahun 1800.

Kawah didataran tinggi Dieng tergolong masih aktif, karena masih
mengeluarkan belerang panas dan beberapa ada yang beracun. Jika anda
tertarik untuk mengunjungi beberapa kawah yang terdapat di kawasan ini
sebaiknya menanyakan kepada penduduk sekitar, kawah mana saja yang cukup
aman dikunjungi. Salah satu kawah yang terkenal adalah kawah
candradimuka, yang dinamai menurut cerita Gatot Kaca dilebur dikawah
tersebut. Jalan untuk menuju tempat ini sangatlah menanjak dan jalan
yang berliku sangat tajam.

Dataran Tinggi dieng hanya mempunyai satu akses masuk, yaitu dari
wonosobo jika ingin kesini anda harus melewati daerah ini terlebih
dahulu. Sedangkan jika anda dari arah Yogyakarta sebaiknya dari arah
magelang dan terus ke wonosobo. Dan bersiaplah menikmati pesona alam
Dieng yang Eksotik. ( lihat foto Dieng Plateu
www.alambudaya.blogspot.com <http://www.alambudaya.blogspot.com/> )

Tips :

1. sebaiknya ke kawasan dieng anda sampai sebelum matahari terbit,
karena cuaca dieng termasuk unik. Selain menikmati Sunrise dari balik
dataran tinggi pegunungan cuaca bagus disini sangat cepat, mungkin
karena iklim pegunungan yang cepat berubah dan sering turun kabut secara
tiba-tiba.

2. kondisi cuaca yang sangat baik disini dari jam 6 sampai jam 9 pagi,
jadi persiapkan diri anda mau keobjek mana saja dalam waktu 3 jam.

3. panorama yang eksotik, anda banyak membutuhkan lensa sudut
lebar(wide) seperti 12-24mm, 18-70mm dll. Karena disini terdapat banyak
sekali pemandangan yang memukau.

4. tidak banyak objek human interest disini, tetapi untuk berjaga jaga.
Ada baiknya anda mempersiapkan lensa tele 80-200mm atau semi 24-120mm.
anda bisa mempergunakan untuk mengambil petani atau human interest
dipasar.

sumber : http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya/message/451